Gotong Royong Adalah Napas TNI Dandim Banjarnegara Gaungkan Semangat TMMD dari Studio RRI Purwokerto
Gotong Royong Adalah Napas TNI Dandim Banjarnegara Gaungkan Semangat TMMD dari Studio RRI Purwokerto
Banjarnegara - Semangat gotong royong yang menjadi ruh pelaksanaan TMMD Reguler ke-129 TA 2026 Kodim 0704/Banjarnegara tak hanya terlihat di lokasi pembangunan di Dusun Kunir RT 01/09, Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan. Semangat itu juga menggema melalui dialog interaktif di Warung Tarsun RRI Purwokerto, Rabu (22/07/2026). Dalam kesempatan tersebut, Komandan Kodim 0704/Banjarnegara Letkol Inf Nodelismen Hulu, S.Pd, selaku Dansatgas TMMD Reguler ke-129, hadir bersama Sekretaris Dispermasdes PPKB Kabupaten Banjarnegara Moh. Julianto, S.E., M.Si. dan Sekretaris Bapperida Kabupaten Banjarnegara Drs. Sri Handono untuk mengupas makna gotong royong dalam membangun desa.
Dalam dialog tersebut, Letkol Inf Nodelismen Hulu menegaskan bahwa gotong royong bukan sekadar budaya yang diwariskan turun-temurun, melainkan telah menjadi bagian dari jati diri bangsa Indonesia sekaligus napas pengabdian TNI sejak dahulu hingga sekarang. Menurutnya, kebersamaan yang dibangun antara TNI dan masyarakat merupakan kekuatan utama dalam menghadirkan pembangunan yang mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat.
"Gotong royong ini sudah berjalan sangat lama di negara kita dan menjadi bagian dari budaya bangsa. Bagi TNI, gotong royong bukan hanya tradisi, tetapi merupakan perwujudan bakti TNI kepada masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Kami menyadari bahwa TNI berasal dari rakyat, lahir dari masyarakat, berjuang bersama masyarakat, dan bangsa ini merdeka karena adanya gotong royong serta kebersamaan," ujar Letkol Inf Nodelismen Hulu.
Lebih lanjut, Dandim menjelaskan bahwa penentuan lokasi TMMD dilakukan melalui proses yang panjang dan melibatkan berbagai pihak. Usulan pembangunan berawal dari musyawarah di tingkat desa, kemudian dibahas di tingkat kecamatan sebelum diajukan ke pemerintah kabupaten bersama para pemangku kepentingan. Setelah melalui berbagai tahapan tersebut, Desa Gumelem Kulon dipilih karena memiliki kebutuhan infrastruktur yang sangat mendesak, khususnya akses jalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
Menurutnya, kondisi jalan di Dusun Kunir sangat memengaruhi aktivitas warga. Anak-anak membutuhkan waktu lebih lama untuk menuju sekolah, petani mengalami kendala dalam mengangkut hasil panen, sementara akses menuju layanan kesehatan dan aktivitas ekonomi juga belum optimal. Padahal, pembangunan jalan tersebut telah lama direncanakan oleh pemerintah desa, namun keterbatasan anggaran membuat pelaksanaannya belum dapat direalisasikan. Kehadiran program TMMD menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut, terlebih mendapat dukungan penuh dari Bupati Banjarnegara, jajaran perangkat daerah, pemerintah desa, dan seluruh masyarakat Gumelem Kulon.
Dandim menambahkan, TMMD Reguler ke-129 tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pemberdayaan masyarakat. Sasaran fisik meliputi pembangunan rabat beton sepanjang 737 meter dengan lebar 2,5 meter dan ketebalan 0,15 meter, pembangunan Talud 1 sepanjang 75 meter tinggi 1,5 meter, Talud 2 sepanjang 20 meter tinggi 2 meter, Talud 3 sepanjang 32 meter tinggi 2,5 meter, Talud 4 sepanjang 23 meter tinggi 3,9 meter, Talud 5 sepanjang 27 meter tinggi 1,5 meter, Talud 6 sepanjang 15 meter tinggi 5 meter, enam unit plat beton, satu unit pos kamling, lima unit RTLH beserta fasilitas MCK, serta lima titik sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Selain pembangunan fisik, TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kegiatan tersebut meliputi penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan bahaya narkotika yang melibatkan Kepolisian, pelayanan dan penyuluhan keluarga berencana (KB), penyuluhan kesehatan, hingga edukasi pencegahan stunting. Menurut Dandim, seluruh program tersebut dirancang agar manfaat TMMD tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur semata, tetapi juga mampu membangun masyarakat yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing.
Sementara itu, Sekretaris Dispermasdes PPKB Kabupaten Banjarnegara Moh. Julianto, S.E., M.Si., serta Sekretaris Bapperida Kabupaten Banjarnegara Drs. Sri Handono menyampaikan bahwa TMMD merupakan contoh nyata kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa. Sinergi tersebut diyakini mampu menghadirkan manfaat yang berkelanjutan, tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga dengan memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan wilayahnya.
Mengusung tema "TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa," TMMD Reguler ke-129 di Desa Gumelem Kulon menjadi bukti bahwa pembangunan terbaik lahir dari kebersamaan. Dari musyawarah di tingkat desa hingga gotong royong di lapangan, seluruh proses menunjukkan bahwa ketika TNI, pemerintah, dan masyarakat berjalan dalam satu langkah, hambatan dapat diatasi dan harapan masyarakat dapat diwujudkan. Dialog di RRI Purwokerto pun menjadi pengingat bahwa semangat gotong royong bukan hanya cerita masa lalu, tetapi tetap hidup dan menjadi kekuatan utama dalam membangun Indonesia dari desa.(Pendimbna).
Leave a comment
Your email address will not be published. Required fields are marked *